Langsung ke konten utama

CSR 1000 Sekolah Broadband XL

Seperti bahasan yang sudah saya bahas di awal-awal tulisan saya, kalau CSR memegang peranan penting dalam membuat laju pertumbuhan perusahaan untuk semakin berkembang. Dan pada dasarnya SCR (Corporate Social Responsibility) merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada stakeholder atau pemangku kepentingan. Hal ini juga yang tetap menjadi titik fokus XL dalam menjaga kesinambungan ekosistem bisnis mereka, untuk itu pada hari selasa (14/3) kemarin PT XL Axiata Tbk, (XL) kembali mendistribusikan donasi pendidikan 1.000 Sekolah Broadband  dalam bentuk komputer, Mobile Wifi , konektifitasnya selama satu tahun,serta pelatihan Melek Internet oleh para peserta XL Future Leaders.  Penyerahan dilakukan  secara serentak di tiga kota di area XL Central Region ; SMK Cipta Skill, Bandung, SMK Institut ,  Semarang dan SMAN 1 Sleman, Jogjakart. 
General Manager Finance and Management Service XL Central Region, Taufik Hidayat dalam release yang disampaikan mengatakan “Pendistribusian 1000 sekolah Broandband akan terus dilakukan demi terwujudnya  visi 1 miliar konektivitas  internet untuk mendukung Industri Telekomunikasi Nasional di masa depan. Berbagai macam program pendukung kami susun dalam rangka memeratakan penyebaran teknologi antara pedesaan dan perkotaan.” serta
Teknologi mobile broadband XL diharapkan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda Indonesia terhadap layanan internet yang berkualitas, cepat dan stabil, untuk mendukung berbagai aktivitas. Dengan adanya CSR 1.000 Sekolah Broadband diharapkan dapat  mempercepat adopsi masyarakat atas layanan internet 4G LTE”, 

Dengan terus memberikan dukungan kepada sekolah sekolah di tanah air semakin memantapkan bahwa XL concern untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa seperti juga yang telah diamanatkan dalam UUD negara kita. Dengan bantuan teknologi seperti ini diharapkan para siswa dapat memaksimalkan potensi dan semakin bertambah motivasi belajarnya. 

Sebelumnya, XL telah menyalurkan CSR 1000 Sekolah Broadband di  50 sekolah di 25 kota yang mendapatkan penyediaan fasilitas internet cepat ini. Agar pemanfaatan MBB lebih mudah untuk dipraktekkan, XL juga menyertakan bantuan berupa perangkat pendukung dalam bentuk laptop ke setiap sekolah penerima manfaat layanan MBB. Total ada 105 unit laptop yang disiapkan, dimana setiap sekolah mendapatkan 3 unit. Pemilihan sekolah berdasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh tim XL di setiap daerah, yang merupakan wilayah di 5 kantor regional XL. Karena layanan MBB hanya bisa diakses di jaringan 4G, maka sekolah-sekolah penerima manfaat layanan MBB untuk sementara hanya yang berada di kota-kota yang sudah terjangkau layanan XL 4G LTE. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Depok, Bogor, Serang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Gowa, Pekanbaru, Palembang, Batam Belitung, Medan, Indramayu, Subang, Bantul, Pekalongan, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Bali, Lombok, Madura, Malang, dan Sidoarjo.
   

Regional Sales Manager XL Axiata Semarang Area, Heriantoni menyerahkan CSR 1000 Sekolah Broadband  di SMK Institut , Semarang ( 14/3)

Sumber : Press Release Media




 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persembahan XL Memajukan Negeri XL & Axiata Dukung Peningkatan Sarana Belajar Mengajar Anak-anak yang Kehilangan Pengasuhan Orang Tua

 PT XL Axiata Tbk ( XL ) dan Axiata Group Bhd mendukung peningkatan fasilitas belajar-mengajar dan penyediaan perangkat Teknologi Informasi (TI) kepada anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua yang diasuh oleh lembaga SOS Children’s Village. Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi meresmikan hasil renovasi fasilitas belajar mengajar serta menyerahkan donasi perangkat komputer yang dilengkapi dengan ketersediaan akses Internet untuk mendukung aktifitas belajar mengajar di SOS Children Village di Desa Taruna, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/10). Presiden Direktur XL , Hasnul Suhaimi mengatakan, “Donasi untuk bidang pendidikan adalah prioritas XL dan Axiata Group dalam usaha ikut membantu pemerintah mengatasi problema sosial. Pendidikan adalah hak dan modal utama bagi setiap orang untuk membangun kehidupannya. Karena itu, kami memandang program yang dijalankan oleh SOS Children’s Village sangat bagus karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak kita...

Kekejaman Yang Tak disadari

Mungkin ketika mendengar kata " kekejaman " analoginya akan mengarah ke perbuatan sadisme dan pembantaian akan makhluk hidup. Mengapa saya mencoba mengangkat suatu tema yang sedikit ekstrem namun di blog ini saya tidak akan mengupas itu. Saya ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi yang menjadi perenungan saya dikala itu. Suatu malam di rumah sehabis makan malam sekitar pikul 20.25 WIB, seperti biasa Istri saya beres-beres meja makan dan saya seperti biasa nongkrong di depan komputer ( he..he...). Tiba-tiba saya dikejutkan teriakan istri saya, Papa..papa..sini bentar, lalu bergegas saya menuju ruang makan unung ternyata bukan hal buruk yang ada melainkan istri saya menunjuk sebuah "kecoa" yang sedang melintas dan memakan sisa makanan yang jatuh dibawah meja makan kami. Ini ne KecoaNya Sedikit terhenyak hati saya melihat itu, selang pada saat itu juga istriku langsung menaburkan sedikit abon disekitar Kecoa itu berada, kecoa itu dengan lahap memakannya. Istrik...

Berbahayakah..SpongeBob

Spongebob mungkin tidak asing lagi di telinga kita dan justru sangat ngetop dan akrab sekali dengan anak-anak kita, adik-adik kita atau keponakan-keponakan kita. Hampir setiap hari kartun spongebob muncul dilayar kaca dan malah seperti pepatah tak lengkap di pagi hari dan sore jika tak menonton spongebob, heeee. Kartun ini adalah film kartun yang diciptakan oleh bukan orang biasa, sang creator adalah Stephen Hillenburg seorang lulusan dari akademi animasi terkemuka di amerika sono nah klo mau tau profil singkat coba di cek disini. Dan kalau mau tau lebih lagi all about film kartun ini bisa dilihat di  sini Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau spongebob berbahaya untuk ditonton oleh anak dibawah usia 4 tahun, ini karena menurut sebuah survei, tayangan televisi yang alurnya terlalu meloncat cepat semacam  Spongebob Squarepants dinilai tidak cocok untuk anak usia 4 tahun ke bawah.   Penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Pediatrics mengungkap...