Langsung ke konten utama

CSR ( corporate Social Responsibility )


Mungkin masih ada yang asing mendengar kata CSR. CSR atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan Tanggung jawab sosial perusahaan adalah suatu kegiatan yang memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar dimana perusahaan itu beroperasi.

Indonesia memiliki budaya gotong royong dan falsafah hidup saling membantu. Falsafah dan budaya ini seharusnya direfleksikan dalam budaya perusahaan, jadi perusahaan akan terlihat baik dimata luar apabila didalamnya memiliki sikap yang menunjang untuk tercapainya kelangsungan suatu perusahaan. Bagaimana tidak, suatu perusahaan yang mengantongi nilai-nilai yang bertujuan menciptakan suatu sinergi usaha akan sangat mengandalkan suatu hubungan yang baik antara perusahaan dengan lingkungan dimana perusahaan itu berdiri, dan sebenarnya itulah dari inti berkelanjutan. 
Ada lima kriteria penting dalam menjalankan program yang bertemakan social responsibility menurut Miranty Abidin, Presiden Direktur Fortune PR Jakarta (kutipan MIX edisi III {30 Oktober-15 November}, 2006 hal 24-25)
a)      Sustainable Empowerment Perusahaan harus mampu melaksanakan program Social Responsibility yang bersifat empowerment, yang bertujuan memberdayakan beneficiary self-reliant secara ekonomis maupun sosial.
b)      Strategic alliance dengan organisasi nirlaba. Kemitraan dengan pihak ketiga yang independen dan kredibel hampir pasti akan diinterpretasikan oleh publik sebagai endorsement.
c)      Employee participation, sebuah program tanggung jawab social  yang berhasil menggalang partisipasi aktif karyawan perusahaan yang bersangkutan adalah program Coorporate Social yang dikatakan berhasil. Program Sosial Responsibility yang powerfull adalah yang sense of belonging-nya sangat kuat terlihat tidak hanya pada pimpinan perusahaan tapi seluruh karyawan.
d)     Program-program tanggung jawab sosial perusahaan yang mampu membangun buffer sosial dan politik bagi perusahaan.
e)      High profile. Program tanggung jawab sosial perusahaan yang kuat adalah yang stand out, mudah dilihat, didengar dan diingat orang. Untuk bisa menjadi high profile "tidak hanya memperhatikan skala kegiatan yang dilaksnakan sebagai bagian dari sebuah program CSR, tetapi juga strategi PR yang mendukung program tersebut.

Intinya dalam menjalankan sebuah program berbasis CSR harus melibatkan semua komponen yang berkesinambungan didalamnya, Perusahaan, karyawan, partner, stakeholder, media dan masyarakat yang menjadi sasarannya.
Dan dengan melakukan kampanye CSR secara menyeluruh tidak ada keuntungan materi yang dikejar, respon positif dari khalayak akan datang sebagai feedback dari kampanye program tersebut. Tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan dengan baik dapat memberikan dampak menyeluruh bagi perusahaan baik internal dan eksternal.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persembahan XL Memajukan Negeri XL & Axiata Dukung Peningkatan Sarana Belajar Mengajar Anak-anak yang Kehilangan Pengasuhan Orang Tua

 PT XL Axiata Tbk ( XL ) dan Axiata Group Bhd mendukung peningkatan fasilitas belajar-mengajar dan penyediaan perangkat Teknologi Informasi (TI) kepada anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua yang diasuh oleh lembaga SOS Children’s Village. Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi meresmikan hasil renovasi fasilitas belajar mengajar serta menyerahkan donasi perangkat komputer yang dilengkapi dengan ketersediaan akses Internet untuk mendukung aktifitas belajar mengajar di SOS Children Village di Desa Taruna, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/10). Presiden Direktur XL , Hasnul Suhaimi mengatakan, “Donasi untuk bidang pendidikan adalah prioritas XL dan Axiata Group dalam usaha ikut membantu pemerintah mengatasi problema sosial. Pendidikan adalah hak dan modal utama bagi setiap orang untuk membangun kehidupannya. Karena itu, kami memandang program yang dijalankan oleh SOS Children’s Village sangat bagus karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak kita...

Kekejaman Yang Tak disadari

Mungkin ketika mendengar kata " kekejaman " analoginya akan mengarah ke perbuatan sadisme dan pembantaian akan makhluk hidup. Mengapa saya mencoba mengangkat suatu tema yang sedikit ekstrem namun di blog ini saya tidak akan mengupas itu. Saya ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi yang menjadi perenungan saya dikala itu. Suatu malam di rumah sehabis makan malam sekitar pikul 20.25 WIB, seperti biasa Istri saya beres-beres meja makan dan saya seperti biasa nongkrong di depan komputer ( he..he...). Tiba-tiba saya dikejutkan teriakan istri saya, Papa..papa..sini bentar, lalu bergegas saya menuju ruang makan unung ternyata bukan hal buruk yang ada melainkan istri saya menunjuk sebuah "kecoa" yang sedang melintas dan memakan sisa makanan yang jatuh dibawah meja makan kami. Ini ne KecoaNya Sedikit terhenyak hati saya melihat itu, selang pada saat itu juga istriku langsung menaburkan sedikit abon disekitar Kecoa itu berada, kecoa itu dengan lahap memakannya. Istrik...

Berbahayakah..SpongeBob

Spongebob mungkin tidak asing lagi di telinga kita dan justru sangat ngetop dan akrab sekali dengan anak-anak kita, adik-adik kita atau keponakan-keponakan kita. Hampir setiap hari kartun spongebob muncul dilayar kaca dan malah seperti pepatah tak lengkap di pagi hari dan sore jika tak menonton spongebob, heeee. Kartun ini adalah film kartun yang diciptakan oleh bukan orang biasa, sang creator adalah Stephen Hillenburg seorang lulusan dari akademi animasi terkemuka di amerika sono nah klo mau tau profil singkat coba di cek disini. Dan kalau mau tau lebih lagi all about film kartun ini bisa dilihat di  sini Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau spongebob berbahaya untuk ditonton oleh anak dibawah usia 4 tahun, ini karena menurut sebuah survei, tayangan televisi yang alurnya terlalu meloncat cepat semacam  Spongebob Squarepants dinilai tidak cocok untuk anak usia 4 tahun ke bawah.   Penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Pediatrics mengungkap...