Lebaran istilah sekarang ini...namun harfiahnya Lebaran adalah representasi kemenangan setelah 1 bulan umat islam berjuang melawan hawa nafsu baik makan dan minum selama siang maupun amarah yanag merupakan musuh besar selama berpuasa. Tinggal menghitung mundur sebentar lagi lebaran akan kita songsong, namun ada lebaran ada satu sisi yang tidak bisa kita tinggalkan, yaitu fenomena belanja menyambut lebaran. Sejak kapan fenomena ini hadir dan tampaknya sekarang hampir menjadi sebuah habit jikalau akan lebaran berbondong-bondong orang mencari perlengkapan entah itu benar-benar untuk kebutuhan atau hanya sekedar hobi belanja karena banyak diskon pada waktu menjelang lebaran.
Mungkin hal itu juga yang mendasari kebutuhan pokok meningkat tajam menjelang lebaran. Turun-naiknya harga secara fluktuatif masih terlihat pada daging sapi. Harga daging sapi lokal saat ini sebesar Rp 65.000 per kilogram. Sebelumnya harga daging tersebut sebesar Rp 60.000 per kilogram dan untuk harga beras sebelum puasa sebesar Rp 7.800 per kilogram dan mengalami kenaikan menjadi Rp 8.500 per kilogram (Dikutip dari). Melambungnya harga harga bahan pokok juga akibat buruknya infrastruktur. Saluran distribusi terganggu karena banyak rusak sehingga biaya produksi naik. Siapa yang harus menanggung kenaikan biaya itu? Tentunya konsumen, yang posisi tawarnya lemah. Soal infrastruktur, pemerintah sebenarnya sudah sadar betul. Namun, sampai saat ini,langkah kongkretnya masih dipertanyakan.Kembali lagi ke topik awal, tampaknya tidak bisa dipisahkan lagi antara lebaran dan suati posisi konsumtif dan akan berkembang menjadi konsumerisme. Konsumerisme ditilik dari kamus bahasa indonesia :
kon.su.mer.is.me
[n] (1) gerakan atau kebijakan untuk melindungi konsumen dng menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan; (2) paham atau gaya hidup yg menganggap barang-barang (mewah) sbg ukuran kebahagiaan, kesenangan, dsb; gaya hidup yg tidak hemat: -- Referensi.
Konsumtivisme
merupakan paham untuk hidup secara konsumtif, sehingga orang yang konsumtif
dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli
barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut.
Oleh karena itu, arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku
yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian
luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang
lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala
prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.
Sedangkan
konsumerisme itu sendiri merupakan gerakan konsumen (consumer movement) yang
mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen (akhir).
Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai
gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku
usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan
sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi
manusia berikut dampaknya bagi konsumer.

Komentar
Posting Komentar