Langsung ke konten utama

Nasionalisme..patriotisme..Akankah hanya menjadi Ucapan dan simbol semata


Tidak terasa Republik ini akan memperingati hari jadinya, hari besar dimana sudah hampi 66 tahun lepas dari belenggu yang namanya Kolonialisme ( penjajahan ), namun tampaknya masih jauh juga dengan pengharapan dari sebuah inti kemerdekaan. Merdeka…semua lini hendaknya dapat merasakan kemerdekaan yang merata, namun saat ini kemerdekaan ahanya merata untuk sebagian orang atau bias dibilang para penguasa. Contoh kecil saja ; industri otomotif sangatlah pesat berkembang di Negara ini namun kenapa Pemerintah tidak mau bangkit untuk memberikan pendidikan ke rakyat, bukan menjadikan rakyat sebagai budak konsumerisme. Padahal sampai saat ini sudah ada pemain pasar local yang benar-benar sudah mampu meng-create produk otomotif itu.
Mungkin kita kembali ke konsep seperti judul yang saya angkat…Nasionalis dan Patriotis adalah satu hal yang tidak bias dipisahkan. Proklamator Kemerdekaan Indonesia lainnya, Bung Hatta pernah mengutip pandangan Prof. Kranenburg dalam Het Nederlandsch Staatsrech, “Bangsa merupakan keinsyafan, sebagai suatu persekutuan yang tersusun jadi satu, yaitu keinsyafan yang terbit karena percaya atas persamaan nasib dan tujuan. Keinsyafan tujuan bertambah besar karena persamaan nasib, malang yang sama diderita, mujur yang sama didapat, dan oleh karena jasa bersama. Intinya, oleh karena ingat kepada riwayat (sejarah) bersama yang tertanam dalam hati dan otak merupakan salah satu syarat dalam menapaki roda kehidupan bernegara kedepan”.
Kita tidak bisa melepaskan begitu saja sebuah sejarah itu,,,mungkin kita bisa saja dengan mudah mengatakan bahwa suatu sejarah, simbol sejarah biarlah menjadi sebuah bukti sejarah,tapi ingat!! Dengan sejarah hendaknya kita juga bisa berkaca dan dengan berkaca kita akan mampu untuk menatap jalan kedepan dengan lebih mantap. Semangat Patriotisme yang sudah ditunjukkan oleh para pejuang-pejuang kita marilah bersama-sama kita teruskan dengan kondisi dan keadaan sekarang ini, kita tidak perlu menghunus tombak untuk memperlihatkan bahwa kita patriotic…tapi dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, memeperhatikan keseimbanagan ekosistem alam adalah salah satu bentuk sekarang ini yang dapat menciptkan suatu semangat patriotism yang nantinya akan dapat menimbulkan rasa nasionalisme, rasa akan bangga pada kebudayaan, Negara yang kita dimana berdiam selama ini.
Kita mungkin sering melihat tontonan public dari peguasa yang menyanjung dan mengagungkan seruan nasionalisme…namun mereka sendiri tidak mencerminkan rasa nasionalisme itu, memakan uang rakyat apakah itu merupakan salah satu bentuk Nasionalisme…bagaimana bisa kita hidup tenang diantara penderitaan saudara-saudara kita yang merintih…….!!!

Insert : declaration of Indonesian Independent Day

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persembahan XL Memajukan Negeri XL & Axiata Dukung Peningkatan Sarana Belajar Mengajar Anak-anak yang Kehilangan Pengasuhan Orang Tua

 PT XL Axiata Tbk ( XL ) dan Axiata Group Bhd mendukung peningkatan fasilitas belajar-mengajar dan penyediaan perangkat Teknologi Informasi (TI) kepada anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua yang diasuh oleh lembaga SOS Children’s Village. Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi meresmikan hasil renovasi fasilitas belajar mengajar serta menyerahkan donasi perangkat komputer yang dilengkapi dengan ketersediaan akses Internet untuk mendukung aktifitas belajar mengajar di SOS Children Village di Desa Taruna, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/10). Presiden Direktur XL , Hasnul Suhaimi mengatakan, “Donasi untuk bidang pendidikan adalah prioritas XL dan Axiata Group dalam usaha ikut membantu pemerintah mengatasi problema sosial. Pendidikan adalah hak dan modal utama bagi setiap orang untuk membangun kehidupannya. Karena itu, kami memandang program yang dijalankan oleh SOS Children’s Village sangat bagus karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak kita...

Kekejaman Yang Tak disadari

Mungkin ketika mendengar kata " kekejaman " analoginya akan mengarah ke perbuatan sadisme dan pembantaian akan makhluk hidup. Mengapa saya mencoba mengangkat suatu tema yang sedikit ekstrem namun di blog ini saya tidak akan mengupas itu. Saya ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi yang menjadi perenungan saya dikala itu. Suatu malam di rumah sehabis makan malam sekitar pikul 20.25 WIB, seperti biasa Istri saya beres-beres meja makan dan saya seperti biasa nongkrong di depan komputer ( he..he...). Tiba-tiba saya dikejutkan teriakan istri saya, Papa..papa..sini bentar, lalu bergegas saya menuju ruang makan unung ternyata bukan hal buruk yang ada melainkan istri saya menunjuk sebuah "kecoa" yang sedang melintas dan memakan sisa makanan yang jatuh dibawah meja makan kami. Ini ne KecoaNya Sedikit terhenyak hati saya melihat itu, selang pada saat itu juga istriku langsung menaburkan sedikit abon disekitar Kecoa itu berada, kecoa itu dengan lahap memakannya. Istrik...

Berbahayakah..SpongeBob

Spongebob mungkin tidak asing lagi di telinga kita dan justru sangat ngetop dan akrab sekali dengan anak-anak kita, adik-adik kita atau keponakan-keponakan kita. Hampir setiap hari kartun spongebob muncul dilayar kaca dan malah seperti pepatah tak lengkap di pagi hari dan sore jika tak menonton spongebob, heeee. Kartun ini adalah film kartun yang diciptakan oleh bukan orang biasa, sang creator adalah Stephen Hillenburg seorang lulusan dari akademi animasi terkemuka di amerika sono nah klo mau tau profil singkat coba di cek disini. Dan kalau mau tau lebih lagi all about film kartun ini bisa dilihat di  sini Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau spongebob berbahaya untuk ditonton oleh anak dibawah usia 4 tahun, ini karena menurut sebuah survei, tayangan televisi yang alurnya terlalu meloncat cepat semacam  Spongebob Squarepants dinilai tidak cocok untuk anak usia 4 tahun ke bawah.   Penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Pediatrics mengungkap...