Langsung ke konten utama

Amunisi Meng-Counter Download Musik Illegal





Surfing-Surfing malam ini nemu berita bagus di detikinetAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) -- selaku organisasi yang menaungi para Internet Service Provider (ISP) -- berencana mengembangkan platform musik lokal yang diharapkan mampu memberantas peredaran musik ilegal. Tentu saja wacana ini member harapan positif di negeri kita untuk sedikit menghargai hak cipta atas sebuah karya music. Apalagi APJII juga berencana akan memblokir seluruh unduhan musik Indonesia ilegal melalui jaringan milik anggotanya.
Jika ini bebar-benar terwujud pastilah akan menjadi salah satu Amunisi baru dalam melawan perang dengan piracy. Seperti dikutip dari detikinet (16/10) Sammy Pangerapan, Ketua APJII mengatakan bahwa kebijakan menggunakan platform bersama ini akan menguntungkan semua pihak. Mulai dari para penyelenggara jasa internet, industri musik nasional, dan pelanggan. Sifatnya seperti clearing house yang akan menutup konten tidak berizin. Hal ini akan mendorong musik lokal lebih dihargai. Skema jualannya nanti seperti apa dengan pelaku industri musik, sedang kami bicarakan.
 Platform tersebut akan mengontrol hak atas kekayaan intelektual, payment gateway, dan konten agregrator. Sebagai gambaran ketika pelanggan ISP Jasnita mengunduh dari musik ilegal, otomatis ISP akan memperoleh notifikasi dan konten diblok. Skema bisnis ini dilindungi dalam Pasal 27 Undang-Undang ITE dan memberikan angin segar kepada ISP agar tidak hanya jadi penyedia infrastruktur saja. Saat ini tren bisnis telematika berkembang ke arah pengembangan konten, platform dan aplikasi.
 Kita tunggu saja langkah berikutnya semoga saja kita dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi dan tentu saja dapat menyelamatkan sebuah karya dan tetap menjadikan Musik kita menjadi tuan rumah di Negeri Sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persembahan XL Memajukan Negeri XL & Axiata Dukung Peningkatan Sarana Belajar Mengajar Anak-anak yang Kehilangan Pengasuhan Orang Tua

 PT XL Axiata Tbk ( XL ) dan Axiata Group Bhd mendukung peningkatan fasilitas belajar-mengajar dan penyediaan perangkat Teknologi Informasi (TI) kepada anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua yang diasuh oleh lembaga SOS Children’s Village. Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi meresmikan hasil renovasi fasilitas belajar mengajar serta menyerahkan donasi perangkat komputer yang dilengkapi dengan ketersediaan akses Internet untuk mendukung aktifitas belajar mengajar di SOS Children Village di Desa Taruna, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/10). Presiden Direktur XL , Hasnul Suhaimi mengatakan, “Donasi untuk bidang pendidikan adalah prioritas XL dan Axiata Group dalam usaha ikut membantu pemerintah mengatasi problema sosial. Pendidikan adalah hak dan modal utama bagi setiap orang untuk membangun kehidupannya. Karena itu, kami memandang program yang dijalankan oleh SOS Children’s Village sangat bagus karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak kita...

Kekejaman Yang Tak disadari

Mungkin ketika mendengar kata " kekejaman " analoginya akan mengarah ke perbuatan sadisme dan pembantaian akan makhluk hidup. Mengapa saya mencoba mengangkat suatu tema yang sedikit ekstrem namun di blog ini saya tidak akan mengupas itu. Saya ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi yang menjadi perenungan saya dikala itu. Suatu malam di rumah sehabis makan malam sekitar pikul 20.25 WIB, seperti biasa Istri saya beres-beres meja makan dan saya seperti biasa nongkrong di depan komputer ( he..he...). Tiba-tiba saya dikejutkan teriakan istri saya, Papa..papa..sini bentar, lalu bergegas saya menuju ruang makan unung ternyata bukan hal buruk yang ada melainkan istri saya menunjuk sebuah "kecoa" yang sedang melintas dan memakan sisa makanan yang jatuh dibawah meja makan kami. Ini ne KecoaNya Sedikit terhenyak hati saya melihat itu, selang pada saat itu juga istriku langsung menaburkan sedikit abon disekitar Kecoa itu berada, kecoa itu dengan lahap memakannya. Istrik...

Berbahayakah..SpongeBob

Spongebob mungkin tidak asing lagi di telinga kita dan justru sangat ngetop dan akrab sekali dengan anak-anak kita, adik-adik kita atau keponakan-keponakan kita. Hampir setiap hari kartun spongebob muncul dilayar kaca dan malah seperti pepatah tak lengkap di pagi hari dan sore jika tak menonton spongebob, heeee. Kartun ini adalah film kartun yang diciptakan oleh bukan orang biasa, sang creator adalah Stephen Hillenburg seorang lulusan dari akademi animasi terkemuka di amerika sono nah klo mau tau profil singkat coba di cek disini. Dan kalau mau tau lebih lagi all about film kartun ini bisa dilihat di  sini Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau spongebob berbahaya untuk ditonton oleh anak dibawah usia 4 tahun, ini karena menurut sebuah survei, tayangan televisi yang alurnya terlalu meloncat cepat semacam  Spongebob Squarepants dinilai tidak cocok untuk anak usia 4 tahun ke bawah.   Penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Pediatrics mengungkap...