Langsung ke konten utama

Dunia Digital : Menciptakan peluang ataukah memupuk konsumerisme




Internet sebagai media terpenting kedua dan telah menjadi media kedua yang paling sering digunakan (42,5% dari total populasi) dan waktu yang digunakan (rata-rata 354,2 menit per minggu) diikuti dengan TV (99,8% dari total populasi, rata-rata 1.782,5 menit setiap minggu) di Indonesia, dan meningkatnya aksesibilitas serta penyebaran pengguna selular, dan ini adalah faktor yang turut membantu mempromosikan pentingnya peran Internet dalam lanskap media di Indonesia.

Dengan perkembangan teknologi sang semakin berkembang dari hari ke-hari menjadikan lahan ini adalah lahan potensial untuk diambil peluangnya dan tentu saja menambah lahan pekerjaan dan profesi baru yang sangat menjanjikan. Perusahaan Nasional dan Multi nasional harus sudah mulai melirik dunia digital sebagai pasar yang wajib dikelola karena apabila benar benar di maintance dengan baik exposure yang dihasilkan akan sangat luar biasa. Contoh kecil dalam kehidupan sehari hari, untuk mendapatkan informasi kita tinggal mengambil smartphone dan tentu saja minimal kita harus punya paket kuota dulu untuk dapat meng-aksesnya. Kita dengan sangat mudah mendapatkan informasi hanya dengan satu genggaman, sebutlah portal berita digital yang berhasil menjadi leader nya sampai saat ini detik.com, selain itu hadirnya aplikai aplikasi belanja online, pesen tiket online serta semakin ketagihannya masyarakat akan social media menjadikan internet dengan konten digital menjadi pasar yang sangat empuk bagi para pelaku usaha.

Rata rata pengguna internet dibagi menjadi dua kelompok usia, yaitu kelompok usia 19-25 tahun dan kelompok umur 31+, dimana kelompok usia ini mendominasi dalam konsumsi konten berita online, terhitung hampir 70% dari total konsumen konten digital. Dengan cepatnya akses akan mendapatkan sesuatu ini pun berimbas pada gaya hidup dan menghasilkan satu suggesti baru kalau tidak dapat info dari online satu hari rasanya ada yang kurang.

Peluang di dunia digital ini turut membantu menambah sikap konsumerisme kita menjadi lebih dan lebih lagi, ironis dan selalu bagai dua sisi mata uang, satu sisi sangat membantu dan satu sisi lagi jika tidak digunakan dengan bijak bisa menjerumuskan. Lebih dari 50% pengguna internet menggunakan media sosial sebagai sumber berita utama mereka di Indonesia, Facebook memiliki lebih banyak pengguna yang mengakses dari telepon genggam pada semua kelompok usia dan aktivitas utama di Facebook adalah melihat berita atau informasi, terhitung 52,9% dari total pengguna Facebook. Facebook adalah media sosial nomor 1 untuk berbagi konten di Indonesia. Kepercayaan pada media sosial terhadap perkembangan berita dan informasi telah menjadi revolusi penyebaran konten dan mendorong lebih banyak pembuat konten untuk membagikan karya mereka di media sosial, yang juga membantu pembuat konten independen untuk dapat dikenal. (Sumber : Data from Fleishmanhillard.com)

Tapi kembali lagi kepada individu masing masing, kita harus benar benar bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi yang semakin berkembang tiap harinya, dunia digital memang merupakan industri kreatif bagaimana tidak di dunia ini banyak konten digital yang lahir dari profesi pekerjaan yang kreatif sebut saja ada graphic design, social media specialist, content writer, digital marketing, SEO specialist, web developer dan masih banyak lagi, tentu saja lapangan pekerjaan ini sangat menjanjikan. Bagaimanapun teknologi berkembang nantinya kita harus bisa tetap menjadi penonton maupun pelaku yang berbudi push dari konten dunia digital yang sangat besar akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan bisa meledak kapan saja tergantung dari penggunaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persembahan XL Memajukan Negeri XL & Axiata Dukung Peningkatan Sarana Belajar Mengajar Anak-anak yang Kehilangan Pengasuhan Orang Tua

 PT XL Axiata Tbk ( XL ) dan Axiata Group Bhd mendukung peningkatan fasilitas belajar-mengajar dan penyediaan perangkat Teknologi Informasi (TI) kepada anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua yang diasuh oleh lembaga SOS Children’s Village. Presiden Direktur XL – Hasnul Suhaimi meresmikan hasil renovasi fasilitas belajar mengajar serta menyerahkan donasi perangkat komputer yang dilengkapi dengan ketersediaan akses Internet untuk mendukung aktifitas belajar mengajar di SOS Children Village di Desa Taruna, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/10). Presiden Direktur XL , Hasnul Suhaimi mengatakan, “Donasi untuk bidang pendidikan adalah prioritas XL dan Axiata Group dalam usaha ikut membantu pemerintah mengatasi problema sosial. Pendidikan adalah hak dan modal utama bagi setiap orang untuk membangun kehidupannya. Karena itu, kami memandang program yang dijalankan oleh SOS Children’s Village sangat bagus karena memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak kita...

Kekejaman Yang Tak disadari

Mungkin ketika mendengar kata " kekejaman " analoginya akan mengarah ke perbuatan sadisme dan pembantaian akan makhluk hidup. Mengapa saya mencoba mengangkat suatu tema yang sedikit ekstrem namun di blog ini saya tidak akan mengupas itu. Saya ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi yang menjadi perenungan saya dikala itu. Suatu malam di rumah sehabis makan malam sekitar pikul 20.25 WIB, seperti biasa Istri saya beres-beres meja makan dan saya seperti biasa nongkrong di depan komputer ( he..he...). Tiba-tiba saya dikejutkan teriakan istri saya, Papa..papa..sini bentar, lalu bergegas saya menuju ruang makan unung ternyata bukan hal buruk yang ada melainkan istri saya menunjuk sebuah "kecoa" yang sedang melintas dan memakan sisa makanan yang jatuh dibawah meja makan kami. Ini ne KecoaNya Sedikit terhenyak hati saya melihat itu, selang pada saat itu juga istriku langsung menaburkan sedikit abon disekitar Kecoa itu berada, kecoa itu dengan lahap memakannya. Istrik...

Berbahayakah..SpongeBob

Spongebob mungkin tidak asing lagi di telinga kita dan justru sangat ngetop dan akrab sekali dengan anak-anak kita, adik-adik kita atau keponakan-keponakan kita. Hampir setiap hari kartun spongebob muncul dilayar kaca dan malah seperti pepatah tak lengkap di pagi hari dan sore jika tak menonton spongebob, heeee. Kartun ini adalah film kartun yang diciptakan oleh bukan orang biasa, sang creator adalah Stephen Hillenburg seorang lulusan dari akademi animasi terkemuka di amerika sono nah klo mau tau profil singkat coba di cek disini. Dan kalau mau tau lebih lagi all about film kartun ini bisa dilihat di  sini Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan kalau spongebob berbahaya untuk ditonton oleh anak dibawah usia 4 tahun, ini karena menurut sebuah survei, tayangan televisi yang alurnya terlalu meloncat cepat semacam  Spongebob Squarepants dinilai tidak cocok untuk anak usia 4 tahun ke bawah.   Penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Pediatrics mengungkap...